Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Sabtu, 21 Desember 2019

Bahan Alami untuk Mengurangi Retensi Air

- Tidak ada komentar

Retensi air adalah kondisi dimana cairan berlebihan dan menumpuk di dalam tubuh, terutama pembuluh darah. Kondisi ini sering menyebabkan rasa sakit karena pembengkakan di kaki dan badan. Jika kamu pernah mengalami ini, maka tahu bahwa itu sangat tidak nyaman dan menyakitkan.
Retensi air dikenal sebagai edema dalam kedokteran dan sebenarnya merupakan akumulasi cairan berlebihan dalam tubuh karena berbagai penyebab. Retensi air ini mungkin terjadi karena faktor internal, seperti sirkulasi yang buruk, masalah tiroid, vena dan gangguan hati, alergi, kehamilan, tekanan darah tinggi, stres, dehidrasi, dan masalah jantung dan ginjal. Inilah solusi alami yang egektif mengatasi retensi air :

Peterseli
Peterseli merupakan salah satu bahan alami mengatasi retensi air yang paling kuat. Kamu dapat menambahkan beberapa sendok teh peterseli kering ke dalam secangkir air dan rebus sampai mendidih. Kemudian, biarkan hingga dingin selama 10 menit dan minum larutan ini tiga kali sehari. Kamu juga dapat menambahkan beberapa perasan lemon ke larutan ini untuk efek yang lebih baik.

Cuka Sari Apel
Berikutnya ada cuka sari apel mampu menurunkan kadar natrium dalam tubuh. Seperti yang kita ketahui bahwa natrium menahan air dalam tubuh, jadi cuka sangat baik dalam kasus ini. Cukup tambahkan satu sendok teh cuka sari apel ke dalam segelas air dan minum obat dua kali sehari. Kamu dapat meningkatkan efektivitas minuman jika menambahkan satu sendok makan ekstrak cuka sari apel per gelas. Kamu pun bisa merendam kaki dalam air panas dengan cuka selama 10 menit. Langkah ini akan menenangkan pembengkakan dan juga mengobati bau kaki yang buruk.

Bawang putih
Bawang putih memurnikan darah dan merangsang produksi urin, sehingga mencegah batu ginjal. Kupas beberapa bawang, tambahkan ke 4 gelas air dan didihkan. Tambahkan garam secukupnya dan minum obat ini tiga kali sehari selama beberapa hari.

Garam Epsom
Mandi garam Epsom mengurangi perut kembung, serta masalah retensi air, melalui proses yang dikenal sebagai reverse osmosis. Proses ini melibatkan pengangkatan semua kelebihan cairan dalam tubuh, serta racun. Yang perlu Anda lakukan untuk menikmati manfaat ini adalah dengan menambahkan dua cangkir garam Epsom dalam air hangat dan rendam selama 15 menit. Ulangi tiga kali dalam seminggu.

Senin, 09 Desember 2019

Mengenal Purchasing: Pengertian Purchasing, Proses Tahapan, serta Tugas dan Tanggung Jawab

- Tidak ada komentar

Dalam sebuah perusahaan, terutama yang berskala besar, tentu terdiri dari beberapa divisi. Ada manajemen, finance, procurement, marketing, dan tentunya purchasing. Bagian – bagian ini tentu sudah tidak asing lagi, namun tentu kita harus memahami lebih dalam mengenai tiap bagian, salah satunya adalah purchasing.
Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai pengertian purchasing. Tidak hanya purchasing adalah, tapi juga membahas proses dan tanggung jawab dari purchasing. 

Pengertian Purchasing adalah?

Secara singkat, purchasing adalah proses yang sederhana. Dimana dalam bahasa Inggris, puchasing adalah pembelian. Secara lengkapnya, purchasing adalah proses penyediaan produk baik barang ataupun jasa, guna memenuhi kebutuhan perusahaan dan departemen di dalam perusahaan.
Suatu proses pembelian pasti mengacu pada bisnis atau organisasi, dimana bisnis atau organisasi ini berusaha mendapatkan barang atau jasa untuk mencapai tujuannya. Meski tak jarang, ada juga organisasi yang berusaha menetapkan standar dalam proses pembelian. Yang menyebabkan adanya proses yang sangat bervariasi.
Umumnya, kata purchasing tidak digunakan bergantian dengan procurement (pengadaan). Karena pengadaan berhubungan dengan pengiriman, transportasi, logistik, serta kualitas pemasok. Sementara purchasing adalah khusus pada pembelian.

Proses dalam Purchasing adalah


Purchasing adalah pembelian, yang mana memiliki proses tersendiri dalam kegiatannya. Proses dalam purchasing adalah sebagai berikut:
1.    Divisi lain dalam perusahaan membutuhkan barang, kemudian meminta divisi purchasing untuk membeli barang tersebut. Kegiatan pembelian yang dilakukan oleh divisi purchasing adalah Purchase Request (PR).
2.    Setelah itu, divisi purchasing mengumpulkan vendor untuk meminta Request for Information pada vendor yang dituju.
3.    Tahap setelah menerima RFI dari divisi purchasing adalah penerimaan respon atau RFI response dari vendor yang sudah dimintakan tersebut.
4.    Selanjutnya, divisi purchasing memilih vendor yang dianggap tepat dan memenuhi kebutuhan perusahaan.
5.    Setelah divisi purchasing memilih, vendor akan meminta Request for Proposal ke vendor yang terpilih. Lalu, vendor memberikan RFP tersebut kepada divisi purchasing.
6.    Karena vendor yang dipilih ada beberapa, maka divisi purchasing akan melakukan negosiasi dengan para vendor yang memilih satu vendor.
7.    Setelah memilih satu vendor, divisi purchasing akan memberikan Purchase Order. Dan selanjutnya vendor terpilih membuat invoice dan mengirimkan barang.

Tugas dan Tanggung Jawab Purchasing adalah apa saja?

Karena mencakup pembelian di perusahaan, tentu tugas dan tanggung jawab divisi purchasing sangat besar. Berikut ini tugas dan tanggung jawab dari divisi purchasing adalah sebagai berikut:
1.    Divisi purchasing bertanggung jawab untuk menjaga kelancaran pemesanan barang di suatu perusahaan.
2.    Melakukan order atau purchasing ke vendor, serta mengawal dari awal pemesanan hingga barang dikirim sesuai dengan prosedur.
3.    Menyusun laporan pembelian barang di akhir bulan.
4.    Menyusun laporan biaya akibat dari pengiriman barang.
5.    Menentukan dengan baik beberapa vendor yang menyediakan kebutuhan perusahaan. Jadi, divisi purchasing tidak boleh hanya mengandalkan satu vendor saja untuk penyediaan satu barang. Agar tidak hanya mengandalkan satu tempat saja dalam penyediaan kebutuhan.
6.    Tugas selanjutnya adalah menjaga hubungan baik dengan vendor. Karena hubungan divisi purchasing dan vendor sangat menentukan kelangsungan ketersediaan barang bagi perusahaan. 

Jadi, dapat dikatakan bahwa divisi purchasing memegang peranan penting dalam perusahaan. Karena, keberhasilan perusahaan bergantung juga pada kelengkapan peralatan yang tersedia di perusahaan. Jika tidak tersedia dengan baik, maka bukan tidak mungkin dapat menghambat keberhasilan kegiatan di perusahaan tersebut.